Selasa, 17 Juni 2014

Etika dan Filsafat Kepemimpinan

Rabu, 11 Juni 2014

Tugas Ke 4

Etika dan Filsafat Kepemimpinan

Stereotipe Visioner Leadership, menjadikan motivasi  saudara sebagai agent of change and development secara akuntabel dengan harapan ransformational leadership dalam Proses Belajar dan Mengajar baik ilmu maupun seni menjadikan saudara “SMART Leadership”.

Tugas/pertanyaan:
1.  Jelaskan makna konsep tersebut di atas !
2.  Faktor-2 apa saja yang mendukung ?
3.  Faktor apa saja yang menghambat ?
4.  Serta bagaimana pemecahannya ?

Keterangan:
1.  Jawaban soal nomor satu langsung di jawab pada komentar di blog dosen l pengampu;
2.  Soal nomo 2, 3,4, dijawab melalui Blogg Masing-2 mahasiswa, dan diprint out, dikumpulkan tanggal 19 Juni 2014. Terimakasih.
Jawaban :
1. Makna dari konsep tersebut di atas yakni bahwa Stereotip Visioner Leadership merupakan kepemimpinan yang memiliki visi serta membawa bawahan untuk dinilai maupun memiliki citra tertentu sehingga menimbulkan suatu persepsi. Nah persepsi disini bisa positif dan juga bisa negatif, sehingga hal ini memotivasi diri kita untuk menjadi agent of change and development yang mampu untuk memimpin dirinya serta membawa bawahannya ke arah persepsi yang positif serta bergerak bersama untuk mencapai visi tersebut.
Dan juga, dengan hal demikian menuntut kita untuk dapat menjadi seorang pemimpin yang mampu untuk mewujudkan visi dengan menggerakkan bawahan dengan ilmu serta membuat bawahan maupun kelompok untuk memperoleh suatu persepsi atau citra yang baik tentunya dengan menggunakan seni dalam memimpin.
2. Faktor’’ yang mendukung :
v  Pegangan teori kepemimpinan yang kita dapat di perkuliahan
v  Pengalaman kepemimpinan yang diperoleh dari berproses di berbagai organisasi
v  Ide dan keinginan kuat dari dalam diri yang mendorong untuk berkreasi di dalam kepemimpinan untuk menciptakan sesuatu yang baru
3. Faktor’’ yang menghambat :
v  Beban tanggung jawab yang terkadang mempengaruhi psikologi pemimpin, sehingga seringkali mengalami dilema di dalam proses kepemimpinan
v  Komunikasi yang terkadang kurang efektif, ataupun kurangnya simpati di dalam proses untuk mencapai suatu tujuan

4. Solusinya adalah dengan mempererat jalinan komunikasi antara pimpinan dengan bawahan serta mengingat kembali tujuan awal terhadap visi serta komitmen dalam memimpin dan membawa perubahan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar