Senin, 05 September 2016
Kubungkam Mulutku Puluhan Tahun
Aku memiliki berjuta ide berlian yang terpendam di dadaku, suatu saat di waktu yang tepat semua itu akan keluar menggelegar seperti lutusan merapi. Menyedihkan sekali melihat kondisi negeri ini yang semakin terpuruk, jauh dari jati dirinya. Persaingan ekonomi telah membutakan hati nurani, Persaingan politik yang menjauhkan kekerabatan. Hari ini, Kawan jadi Lawan dan Lawan bisa jadi Kawan. Hari ini, yang Halal bisa menjadi Haram dan begitupun sebaliknya. Aku adalah seorang bocah yang memiliki pemikiran unik namun universal dan jangka panjang. Segala proses penempaan ini terus kurasakan sendiri hingga berbuah manis dan kubermanfaatkan untuk umat manusia. Mereka tak menyadari siapa Padi yang mereka makan sehari-hari, begitupun juga tak sadar dengan Garam yang mereka manfaatkan untuk penyembuhan dan sebagainya. Jika globalisasi semakin menghitamkan nurani, tak ada bedanya dengan zaman jahiliyah. Hatiku teriris, setiap doa yang tulus telah kupanjatkan demi bangsa ini. Sampai kapan kami menanggung derita?. Waktuku tak lama untuk persiapan dan pembekalan. Semua akan tau pada waktunya.
Mahasiswi Semester 6 di Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang, prodi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik..
Crew Radio Tri Fm Malang,
Anggota Komunitas Pena Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang,
Anggota KOHATI Komuni Malang. . .
Jumat, 02 September 2016
Cintaku Untuk Umat Beragama
Aku terlahir dari rahim seorang Muslim, namun aku dilahirkan di panti persalinan yayasan milik Nasrani, terlahir dibawah pohon cemara, ditangani langsung oleh suster dari Bali. Beranjak dewasa aku mulai galau dengan agama yang benar. Aku mencari tau di semua kalangan, aku mulai mencari kebenaran. Buyutku berasal dari golongan Hindu Tulen, setelah Nasrani datang keturunan buyutku beralih ke Nasrani, dan sejak generasi nenekku kami beragama Islam. Keluarga besar kami menghargai perbedaan, berbeda agama namun silaturrahmi kami semakin hangat. Aku mulai memahami hakikat agama, apapun itu. Dan aku miris melihat orang-orang yang begitu mempermasalahkan agama, sedangkan mereka tidak tau hakikatnya.
Aku mencintai kaum Nasrani yang taat dan beretika, Aku mencintai kaum Hindu-Budha yang berbudi luhur, begitu pula aku mencintai kaum Muslim yang berakhlak.
02 09 2016
Aku mencintai kaum Nasrani yang taat dan beretika, Aku mencintai kaum Hindu-Budha yang berbudi luhur, begitu pula aku mencintai kaum Muslim yang berakhlak.
02 09 2016
Mahasiswi Semester 6 di Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang, prodi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik..
Crew Radio Tri Fm Malang,
Anggota Komunitas Pena Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang,
Anggota KOHATI Komuni Malang. . .
MERANGKUL, BUKAN MEMEGANG!
Dinamika organisasi mahasiswa semakin panas dan penuh gesekan. Pengkaderan terus dilakukan dengan berbagai cara, memegang satu atau beberapa oang untuk dijadikan aset punggung organisasi. Saya tidak akan terikat golongan! Apapun itu. Segala yang saya tempu telah saya pikirkan matang-matang sebagai jalan untuk penempaan dan pembelajaran. Saya merangkul semua golongan, karena saya tidak bakat untuk memegang. Bagiku semua manusia sama, memiliki nurani yang suci dan keburukan nafsu. Bangsa ini sudah semakin jauh berjalan dari jalurnya, menjauhi jati diri dan berharap ingin menjadi bangsa yang bermartabat, Hem! NGIPIO! Selama manusia-manusia penghuni bangsa ini tidak dapat mengendalikan siasat dan nafsu, jangan harap dapat bermartabat. TANGIO! Ayo sadari dan peka sosial.
02 09 2016
02 09 2016
Mahasiswi Semester 6 di Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang, prodi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik..
Crew Radio Tri Fm Malang,
Anggota Komunitas Pena Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang,
Anggota KOHATI Komuni Malang. . .
Langganan:
Komentar (Atom)