Selasa, 19 November 2013

opiniku

SEPERTI APA MAHASISWA YANG GAUL ITU ?
Mahasiswa seringkali dianggap oleh masyarakat sebagai kaum pemuda yang memiliki semangat dan intelektual yang tinggi.Namun ada juga masyarakat yang memandang dari sisi negatif, yaitu mahasiswa hanyalah aktivitas untuk menghindari status pengangguran dimana memang sudah saatnya untuk berkelut di dunia kerja. Anggapan itu tak selamanya benar, karena bagaimanapun juga tidak semua mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi hanya untuk menutupi status tersebut.
Untungnya, masih banyak masyarakat yang memiliki kesadaran dan penilaian yang baik terhadap mahasiswa ini, yaitu dinilai sebagai pemuda intelektual, mempunyai cita-cita yang tinggi dan luhur, serta sepenuhnya mendukung bahwa pendidikan itu sangat perlu dan penting.
Mahasiswa memiliki tanggung jawab yang besar terhadap negeri ini, bagaimana tidak?,jika mengingat masa sejarah bangsa ini, pemuda sangat antusias berturut serta di dalam kemerdakaan dan membantu perkembangan negara ini. Seperti peristiwa Sumpah Pemuda, dimana pemuda sangat menjunjung tinggi nilai kesatuan dan memiliki kedaran serta keinginan besar untuk mempersatukan bangsa ini, kemudian detik-detik menjelang Indonesia merdeka kaum pemuda juga sangat berperan besar di dalamnya, dimana mereka mendesak kaum tua untuk segera merapatkan dan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia hingga terjadinya peristiwa Rengasdengklok. Tidak hanya itu, mengingat masa berakhirnya Orde Lama yang juga disebabklan karena pemuda dengan mengadakan aksi besar-besaran oleh beribu-ribu mahasiswa di ero tersebut.
Hal itu haruslah menjadi cerminan bagi mahasiswa di masa kini yang nampaknya sudah mulai berubah di pandangan masyarakat. Mahasiswa sekarang ini tidak sedikit yang dipandang sebagai suatu aktor dari aktivitas yang keren dan bergengsi. Lalu jika memang demikian, zaman sekarang ini sangatlah marak istilah “Gaul” di kalangan muda. Apakah sebenarnya makna sesungguhnya dari kata itu?, tentulah masing-masing individu memiliki pendapat yang berbeda.
Sebelum resmi dilantik untuk menyandang status sebagai “mahasiswa” di kampus  ini, saya memiliki pandangan tersendiri tentang mahasiswa ini dimana ada dua kategori menurut saya, yang pertama yaitu mahasiswa yang apatis, tidak mau peduli dengan lingkungannya, yang ada hanyalah menyibukkan diri dengan tugas-tigas perkuliahan saja serta orientasinya untuk mengejar nilai-nilai terbaik, dan tidak mau untuk berkembang dengan sosial.
Sedangkan yang kedua, yaitu mahasiswa yang selalu aktif di berbagai kegiatan dan organisasi, selalu mengembangkan diri dan sibuk memperluas jaringan, dan memperoleh banyak wawasan dari pergaulannya.
Namun jika kemudian kita membahas dan bertanya “Seperti apa sih, mahaiswa yang dikatakan Gaul itu?”, yaitu mahasiswa yang selalu tampil energik dan dinamis, ramah terhadap siapapun, mudah bergaul, aktif di dalam berbagai kegiatan yang positif dan bermanfaat, serta selalu berprestasi dan mampu untuk berfikir secara kritis dan rasional.
Intinya, mahasiswa yang Gaul tidak akan pernah melupakan kewajibannya, yaitu mampu bertanggung jawab atas dirinya, lingkungannya, dan negerinya untuk menciptkan kehidupan yang lebih baik dan membawa perubahan ke arah kemajuan yang positif.

Penulis merupakan salah satu mahasiswi Ilmu Administrasi Negara Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang semester 1.
Keryanya yang pernah dimuat adalah sebuah opini pada Koran Surya tahun 2009, dan Sebuah artikel melalui blog bertema “Hidup Tanpa Narkoba”.


Minggu, 17 November 2013

Jawaban UTS mata kuliah Administrasi Perkantoran


Jawaban UTS mata kuliah Administrasi Perkantoran
Dosen             : Bpk.Sugeng Rusmiwari
Nama              :Adnin Ridha Rerifki
Prodi               :Ilmu Administrasi Negara
Fakultas          :Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Soal UTS Administrasi Perkantoran.

Soal UTS Administrasi Perkantoran.

Tiada organisasi tanpa pemimpin. Courtois berpendapat bahwa “kelompok tanpa pemimpin seperti tubuh tanpa kepala, mudah menjadi sesat, panic kacau, anarki” (Oey Liang Lee, P.I., Drs., “Kepemimpinan”, Basis, XII-1, Oktober 1962, p.5.). Dan Saudara dicetak menjadi pemimpin yang mampu berkapasitas sebagai  .

Pertanyaan:
Bagaimana seorang “administrator publik” agar mampu menjadi “agent of change and development” yang efektif, efisien dan rasional ?

Catatan:
Untuk menjawab pertanyaan ini gunakan dasar teori / pilih di antaranya: X, Y, Z- Genetik, Sosial, Ekologi - Id, Ego, Super Ego - Otoriter, Demokratis, Liberal – IQ, EQ, SQ, QQ – Reward Power, Coursive Power, Legitimate Power,  Exspert Power, Referens Power – Plan, Do, Cheks, Action – SWOT, dll.


Jawaban :
Terminologi Admistrasi
Ø  Dalam bahasa Latin
Ad=intensif, Ministrare=melayani
Secara estimologis (perpadanan/persamaan kata)            Melayani secara iontensif atau berkesinambungan.
Ø  Secara Luas
*Administration (Inggris)           Kegiatan manusia yang kooperatif yg terdiri dari 8 unsur:organisasi,manajemen,komunikasi,informasi,personalia,finansia,material,humas

*Leadership/Kepemimpinan :Aktivitas dari seorang leader
*Management/Manajemen   :Aktivitas dari seorang manajer
Ø  Secara Sempit
*Administratie (Belanda)          Tata usaha, yaitu pekerjaan yang berkenaan denga korespondensi,pencatatan,kearsipan.
*Leadership, ciri utama :Publik Servis – pelayanan umum
*Management, cirri utama :Privat Servis – Pelayanan khusus
Seorang “Administrator Publik”, artinya orang yang memberikan pelayanan publik, yaitu melayani orang banyak yang tentunya dibutuhkan kepemimpinan untuk mampu menjadi “agent of change and development”, artinya dapat menjadi agen perubahan dan perkembangan yang lebih baik, universal, dan legitimate dimana seorang tersebut harus mampu membawa dirinya ke arah kompeten dan professional sehingga akan diakui dan direword oleh orang lain.
*Seorang Administrator Publik yang berjiwa kepemimpinan tersebut terdapat dalam dirinya beberapa hal dari sebuat teori, yaitu:
·        P = Planning (Perencanaan)
Perencanaan diartikan sebagai upaya pemanfaatan sumber-sumber yang tersedia dengan memperhatikan segala keterbatasan guna mencapai tujuan secara efisien dan efektif.Dalam melaksanakan perencanaan ada kegiatan yang harus dilakukan, yaitu melakukan prakiraan (rencana) kegiatan organisasi.
Prakiraan ini  berfungsi untuk menentukan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan kedepan oleh suatu organisasi sebagai upaya mencapai tujuan organisasi tersebut.
Dalam melakukan prakiraan, harus selalu memperhatikan tujuan organisasi, sumber daya organisasi dan juga melakukan suatu analisis organisasi (bisa menggunakan SWOT) untuk mengetahui potensi internal dan eksternal.
*Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat perencanaan yaitu :
-Perencanaan harus jelas maksud dan arah tujuannya
-Program kerja atau perencanaan dari sebuah organisasi harus dapat dikur tingkat keberhasilannya
-Sesuai dengan kemampuan sumber daya yang ada
-Tidak sekedar angan-angan, melainkan dapat dilaksanakan sehingga bersifat rasional
-Waktu dari pelaksanaan nantinya jelas
·        O=Organizing (Pengorganisasian)
Kegiatan ini merupakan keseluruhan proses memilih orang-orang serta mengalokasikan sarana dan prasarana untuk menunjang tugas orang-orang itu dalam organisasi, serta mengatur proses kerjanya sehingga dapat menjamin pencapaian tujuan program dan tujuan organisasi tersebut.
Dengan penempatan orang yang tepat pada tempat yang tepat dalam organisasi, maka kelangsungan aktivitas organisasi tersebut akan terjamin. Nah,disinilah peran penting dari pemimpin dibutuhkan, yaitu  mampu menempatkan anggotanya di tempat yang tepat. Pemimpin harus mampu melihat potensi-potensi SDM yang berkualitas dan bertanggung jawab untuk melaksanakan aktivitas roda organisasi. Setelah menempatkan orang yang tepat untuk tugas tertentu, maka perlu juga mengkoordinasikan dan memadukan seluruh potensi SDM tersebut agar bekerja secara sinergis untuk mencapai tujuan organisasi.
·        A=Actuating (Penggerakan)
Perencanaan dan pengorganisasian tidak aka nada apa-apanya apabila tidak ada pelaksanaan yang nyata dan bertanggung jawab.Penggerakan ini merupakan wujud nyata dalamk proses untuk mencapai suati tujuan yang satu, tujuan yang sama, dimana seluruh anggota atau sumber daya ikut terlibat di dalamnya, saling bekerja sama, saling mendukung, sehingga tetap terjaga suatu penggerakan yang harmonis dan tidak berat sebelah.
Namun,penggerakan ini juga tetap di bawah kendali seorang pemimpin yang harus mempu mengkoordinir anggotanya dengan baik dan sama rasa.
·        C=Controlling (Pengendalian/Pengawasan)
Controlling ini bukan hanya sekedar mengendalikan pelaksanaan program dan aktivitas organisasi, namun juga mengawasi sehingga bila perlu dapat mengadakan koreksi.Seorang pemimpin/agent of change yang baik, akan dapat melakukan pengawasan dengan efektif dan efisien sehingga apa yang dilakukan dapat sesuai dengan rencana dan tujuan yang ingin dicapai.
Dalam mengontrol juga harus pandai-pandai mengatur waktu, agar pelaksanaan dapat berjalan lancar dan efisien, serta ketegasan dalam mengambil keputusan dan mengayomi para anggotanya.
Fungsi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian (pengawasan) ini menjadi kekuatan seorang pemimpin dalam melaksanakan atau membuat perubahan untuk mengembangkan sebuah organisasi kea rah lebih baik. Jadi, seorang agent of change tersebut harus mampu merencanakan,mengorganisasikan,melaksanakan,dan mengawasi para pengikut yang mana menjadi klien untuk pelayanannya, sehingga dapat menjadi seorang administrator publik yang memiliki jiwa kepemimpinan dalam meberikan pelayanan yang terbaik serta memiliki displin yang tinggi dan rasional, dalam artian apa yang ia rencanakan akan ia kerjakan sesuai rencana tersebut dan mampu mengontrol pelaksanaan itu dengan efektif dan efisien.


Selasa, 29 Oktober 2013

Desakan Dadaku

Kurasakan getaran dada yang begitu hebat,aliran nadi yang begitu deras,dan getaran hati yang menggoncang...hingga ku terbawa dalam lamunan yang sesaat...terbius dalam suasana jiwa yang sendiri..
Ku berfikir tentang kondisi negeri  yang seharusnya tak seperti ini..Ada sedikit rasa marah kepada para pemegang kendali yang tidak melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik..Ada sebongkah tekad yang membuatku terfokus untuk andil di dalamnya , dengan segala kemampuanku dan tekadku yang terus berteriak menyongsong keadilan itu untuk segera dapat merubah dan membenahi kualitas dan kondisi yang semakin mengancam ini..