SEPERTI APA MAHASISWA YANG GAUL ITU ?
Mahasiswa seringkali
dianggap oleh masyarakat sebagai kaum pemuda yang memiliki semangat dan
intelektual yang tinggi.Namun ada juga masyarakat yang memandang dari sisi
negatif, yaitu mahasiswa hanyalah aktivitas untuk menghindari status
pengangguran dimana memang sudah saatnya untuk berkelut di dunia kerja.
Anggapan itu tak selamanya benar, karena bagaimanapun juga tidak semua
mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi hanya untuk menutupi
status tersebut.
Untungnya, masih
banyak masyarakat yang memiliki kesadaran dan penilaian yang baik terhadap
mahasiswa ini, yaitu dinilai sebagai pemuda intelektual, mempunyai cita-cita
yang tinggi dan luhur, serta sepenuhnya mendukung bahwa pendidikan itu sangat
perlu dan penting.
Mahasiswa memiliki
tanggung jawab yang besar terhadap negeri ini, bagaimana tidak?,jika mengingat
masa sejarah bangsa ini, pemuda sangat antusias berturut serta di dalam
kemerdakaan dan membantu perkembangan negara ini. Seperti peristiwa Sumpah
Pemuda, dimana pemuda sangat menjunjung tinggi nilai kesatuan dan memiliki
kedaran serta keinginan besar untuk mempersatukan bangsa ini, kemudian
detik-detik menjelang Indonesia merdeka kaum pemuda juga sangat berperan besar
di dalamnya, dimana mereka mendesak kaum tua untuk segera merapatkan dan
memproklamasikan kemerdekaan Indonesia hingga terjadinya peristiwa
Rengasdengklok. Tidak hanya itu, mengingat masa berakhirnya Orde Lama yang juga
disebabklan karena pemuda dengan mengadakan aksi besar-besaran oleh beribu-ribu
mahasiswa di ero tersebut.
Hal itu haruslah
menjadi cerminan bagi mahasiswa di masa kini yang nampaknya sudah mulai berubah
di pandangan masyarakat. Mahasiswa sekarang ini tidak sedikit yang dipandang
sebagai suatu aktor dari aktivitas yang keren dan bergengsi. Lalu jika memang
demikian, zaman sekarang ini sangatlah marak istilah “Gaul” di kalangan muda.
Apakah sebenarnya makna sesungguhnya dari kata itu?, tentulah masing-masing
individu memiliki pendapat yang berbeda.
Sebelum resmi dilantik
untuk menyandang status sebagai “mahasiswa” di kampus ini, saya
memiliki pandangan tersendiri tentang mahasiswa ini dimana ada dua kategori
menurut saya, yang pertama yaitu mahasiswa yang apatis, tidak mau peduli dengan
lingkungannya, yang ada hanyalah menyibukkan diri dengan tugas-tigas perkuliahan
saja serta orientasinya untuk mengejar nilai-nilai terbaik, dan tidak mau untuk
berkembang dengan sosial.
Sedangkan yang kedua,
yaitu mahasiswa yang selalu aktif di berbagai kegiatan dan organisasi, selalu
mengembangkan diri dan sibuk memperluas jaringan, dan memperoleh banyak wawasan
dari pergaulannya.
Namun jika kemudian
kita membahas dan bertanya “Seperti apa sih, mahaiswa yang dikatakan Gaul
itu?”, yaitu mahasiswa yang selalu tampil energik dan dinamis, ramah terhadap
siapapun, mudah bergaul, aktif di dalam berbagai kegiatan yang positif dan
bermanfaat, serta selalu berprestasi dan mampu untuk berfikir secara kritis dan
rasional.
Intinya, mahasiswa
yang Gaul tidak akan pernah melupakan kewajibannya, yaitu mampu bertanggung
jawab atas dirinya, lingkungannya, dan negerinya untuk menciptkan kehidupan
yang lebih baik dan membawa perubahan ke arah kemajuan yang positif.
Penulis merupakan
salah satu mahasiswi Ilmu Administrasi Negara Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Malang semester 1.
Keryanya yang pernah
dimuat adalah sebuah opini pada Koran Surya tahun 2009, dan Sebuah artikel
melalui blog bertema “Hidup Tanpa Narkoba”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar