KEPEMIMPINAN VISIONER
Setiap
pemimpin membentuk visi dengan caranya masing-masing, kadang-kadang bersifat
obyektif dan rasional, kadang-kadang intuitif dan subyektif.
Tindakan
tanpa visi sama artinya dengan terjebak dalam kegelapan dan visi tanpa tindakan
adalah seperti puisi yang meratapi kemiskinan.
Secara
sederhana, visi adalah masa depan yang realistis, dapat dipercaya, dan menarik
bagi organisasi anda. (Burt Nanus, 2001, Kepemimpinan Visioner, Penerbit PT
Prelindo, Jakarta).
Tugas2.
1.
Susun visi,
misi dan strategi anda, dalam mepersiapkan diri sebagai agent of change and
development ?
2.
Apakah
faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam merealisasikan visi saudara
tersebut?
3.
Bagaimana
mengatisipasi faktor pendukung tersebut agar tidak menimbulkan arogansi ?
4.
Dan
bagaimana pula mengorganisir faktor penghambat agar tidak menimbulkan sikap
apatis ?
5.
Konflik akan
selalu terjadi pada setiap orang yang akan melakukan perubahan, bagaimana
caranya agar potensi konflik tersebut dapat menjadi daya dorong susksesnya visi
saudara ?
Keterangan:
1. Khusus jawaban soal nomor 5, dimasukkan pada komentar
blog dosen pengampu, dan blognya mahasiswa masing-masing mahasiswa, dan;
2. Seluruh jawaban diserahkan pada pertemuan tanggal 8
Mei 2014.
J JAWABAN :
1 1. *Visi saya : Dosen PNS Termuda
*Misi saya:
- Memperluas relasi dan jaringan yang bermanfaat
- Meningkatkan skill public speaking
- Menguasai bahasa asing
- Menulis buku
*Strategi saya :
- Senantiasa bersyukur dan berdo'a kepada Allah
- Memperluas relasi dan jaringan yang bermanfaat
- Meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan skill
- Tetap berproses dan belajar
- Perhatian terhadap keluarga dan Do'a Orang Tua
- Aktiv organisasi radio dan ekstra
- Sukses saya bermanfaat bagi sesama
- Merupakan cita'' saya sejak kecil
- Profesi dosen sangat mulia
- Ilmu bermanfaat
- Serta jiwa saya terdorong untuk membagikan ilmu ke sesama
- Kurangnya kepercayaan diri terhadap ilmu dan teori'' ilmiah
- Kurangnya kepercayaan diri dalam memberikan materi
- Skill berbicara yang masih harus terus ditingkatkan
- Terlalu demokratis dan kurangnya ketegasan.
4. Mengkoordinir faktor penghambat agar tidak menjadi apatis adalah dengan :
- Selalu berharap dan memohon bahwa tiada daya dan upaya selain Allah SWT
- Takdir seseorang tidak ada yang mengetahui, dan tergantung bagaimana kita berusaha dan berdo'a
- Senantiasa optimis dan menanamkan setiap visi di dalam alam bawah sadar dan menggantung visi tersebut beberapa senti di depan kepala
- Menuliskan mimpi-mimpi tersebut di selembar kertas dan percaya bahwa dengan persepsi positif yang telah ditanamkan ke dalam alam bawah sadar, secara ajaib alam akan membawa kita kepada apa yang telah kita mimpikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar